Penelitian telah menemukan penemuan baru. Bakteri lebih suka bersatu bekerja sama untuk melawan ancaman dari luar, seperti antibiotik, dari pada bertarung satu sama lain. Penemuan ini adalah langkah besar untuk memahami interaksi bakteri yang kompleks, pengembangaan model perawatan penyakit manusia terbaru, dan juga teknologi penghijauan.
Penelitian telah menemukan penemuan baru. Bakteri lebih suka bersatu bekerja sama untuk melawan ancaman dari luar, seperti antibioti...
Maaf, Darwin, Bakteri Tidak Berkompetisi Untuk Bertahan Hidup
Penelitian telah menemukan penemuan baru. Bakteri lebih suka bersatu bekerja sama untuk melawan ancaman dari luar, seperti antibiotik, dari pada bertarung satu sama lain. Penemuan ini adalah langkah besar untuk memahami interaksi bakteri yang kompleks, pengembangaan model perawatan penyakit manusia terbaru, dan juga teknologi penghijauan.
Many people are so fussy when they see someone who is not good as they expectation or faith. It leads they nature to comment, advice, or ...
Learn to reflect the kindness
Advising in bad manner, commenting with hate speech, or suggesting by interfering people for instance.
Giving goodness is supposed to be reflected by good way as well. What do you think if your friend give you money by throwing them in your face? Insisting to help your friend while he no need any bear a hand? The first is irritating while the second is annoying.
It is great having good intention, however we must to relearn how to be more heedful to put proper means.
Tepat hari ini umur gua 21 tahun. Gak ada yang spesial dengan ulang tahun sebetulnya. Hanya pengingat bahwa di hari ini gua pernah lahir k...
Bercengkrama Dengan Diri
Satu pertanyaan membuat gua harus mengulang lembaran kehidupan gua dua puluh tahun lalu. Gua temui banyak kenangan pahit, namun lebih banyak lagi kenangan manis yang wajib gua syukuri. Walaupun, memang menurut pandangan gua sebagai insan belum banyak hal besar yang gua lakuin untuk hidup gua khusunya dan umumnya untuk orang lain.
Sampe sekarang to do list masih tersimpan sembarang di folder gawai. Puluhan ambisi masih mengantri agar terealisasi. Sedangkan gua, masih perlu banyak belajar mengenal diri.
Tahun lalu tepatnya saat gua baru saja menginjak umur 20 tahun. Pikiran gua bergejolak. Kenangan masa lalu dan kenyataan masa kini berakumulasi. Mungkin karena di usia tersebut masa transisi menjadi individu dewasa. Pikiran polos sweet seven teen berevolusi menjadi manusia dewasa yang tanggung. Gua banyak mentadaburi arti hidup dan bercengkrama lebih lama dengan diri gua sendiri. Dalam kata lain, gua ingin mengenal hakikat diri gua.
19 tahun pencarian jati diri, ternyata gua masih kurang gereger berkenal sama diri sendiri. Terlalu Impulsif yang akhirnya menggiring gua kepada beberapa cara pandang dan prilaku yang salah. Gua habiskan banyak waktu merenung dan bertanya terhadap diri sendiri seperti:
Siapa gua?
Apa yang gua bisa?
Kenapa Tuhan ciptain gua?
Kenapa harus di sini?
Dan segala pertanyaan yang ada dikepala meronta. Meminta untuk segera dijawab.
Pada perjalanannya. Jawaban gak langsung gua dapetin. Banyak variasi cara jawaban itu akhirnya sampai. Dari masa lalu yang gua putar ulang, masalah yang sedang dihadapi, curhatan sahabat, diskusi dengan teman sejawat dan kating, saran orang tua, ceramah dari dosen atau youtube. Semuanya berkontribusi memahamkan diri gua tentang hakikat siapa gua. Bahkan, sampai sekarang pun gua masih tetap menggali informasi yang terkubur di dasar diri gua. Semakin gua tau, semakin gua mengerti untuk bersikap. Gak salah memang ungkapan terkenal bahwa siapa yang mengenal dirinya maka ia akan mengenal Tuhannya. Saat gua berada pada titik sadar atas kenyataan diri gua, saat itu pula gua sadar bahwa Tuhan adil, Tuhan maha kuat, Tuhan maha penyayang, dan segala kebaikkanNya.
Satu dari sekian banyak hal yang gua petik dari pencarian informasi diri gua iyalah ternyata gua bukan orang yang cukup optimistis. Saat itu, gua mudah menyerah ketika dihadapkan pada situasi-situasi yang sulit. Cenderung menyalahkan keadaan dari pada mengevaluasi kesalahan. Saat gua sadar hal itu ada dalam diri gua. Gua akhirnya tau cara menyikapinya. Walaupun tidak mudah juga merubahnya. Setidaknya sekarang jauh lebih baik dari pada saat gua gak tau hak itu.
Semakin gua memahami diri, semakin gua tahu cara bersikap. Analogi sederhanannya ketika bertemu orang baru, normlanya kita bakal kenalan. Menanyakan nama, domisili, pekerjaan, status, dan informasi-informasi dasar. Informasi yang kita dapat cenderung dangkal. Bahkan biasanya misskomunikasi dan misoersepsi terjadi dalam tahap awal pengenalan karena banyak hal yang berbeda yang kita tidak tahu sebelumnya.
Berbeda dengan saat kita mencoba untuk lebih mendekat dan memahami orang lain. Informasinya akan lebih dalam dan komprehensif. Menghabiskan waktu yang lama dengan orang tersebut dan menggali informasi dengan memahami karakter, sifat, juga hal hal yang sering ia lakukan. Sehingga, barulah kita mengerti dia ini A dan menilai bahwa dia itu B.
Habiskan waktu untuk berkenalan dengan diri lo lebih sering. Jangan puas dengan apa yang lo tau sekarang. Makin dalam pemaham seseorang, makin dia sadar kalo dia bodoh. Makin lo kenal diri lo, makin lo sadar diri lo bukan siapa-siapa.
Wacana pemindahan ibu kota Indonesia menjadi perbincangan hangat baik di kalangan masyarakat Jakarta maupun masyarakat Indonesia secar...
PERLUKAH IBU KOTA INDONESIA PINDAH?
Wacana pemindahan ibu kota Indonesia menjadi perbincangan hangat baik di kalangan masyarakat Jakarta maupun masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Pasalnya ibu kota yang baru akan berlokasi di Kalimantan Timur atau Kalimantan Tengah. Sampai sekarang pemerintahan masih melakukan kajian mendalam untuk menentukan lokasi spesifik. Adapun latar belakang tercetusnya rencana ini karena Presiden Joko Widodo ingin menghilangkan stigma Jawa sentris dan merubahnya menjadi Indonesia sentris. Melihat selama ini Jawa menjadi sentral kehidupan Indonesia, hal ini terindikasi dari 245 proyek strategis yang dicanangkan pemerintah 44%nya berada di pulau Jawa. Belum lagi sumbangsi PDB sebesar 58% berasal dari Jawa, 20% disumbangkan oleh Jakarta. Selain itu, permasalahan bencana alam, kepadatan penduduk, pencemaran alam, dan kesehatan masyarakat menjadi persoalan utama yang menjadi perhatian President Jokowi pula saat diwawancarai oleh reporter CNN.
Keadilan menurut Barat menyangkut persoalan dua orang atau lebih, inheren kepada negara dan masyarakat. Permasalahan yang terjadi pada ...
DEFINISI KEADILAN DALAM ISLAM
Keadilan menurut Barat menyangkut persoalan dua orang atau lebih, inheren kepada negara dan masyarakat. Permasalahan yang terjadi pada setiap individu selalu dikaitkan pada tanggung jawabnya kepada masyarakat dan negara. Gambaran keadilan yang dipahami oleh Barat tergambar dari pendapat Aristoteles, jika seseorang melakukan bunuh diri berarti ia telah zalim bukan kepada dirinya melainkan zalim kepada masyarakat dan negara. Karena ia lari dari tanggung jawabnya untuk berkhidmat kepada masyarakat dan negara.
Dari banyak aspek kehidupan, Qardhawi melihat bahwa banyak terjadi kesalah kaprahan di kalangan umat muslim dalam meletakan sekala p...
KEBUTUHAN UMAT MUSLIM SAAT INI AKAN FIQIH PRIORITAS MENURUT Dr.YUSUF QARADHAWI (RINGKASAN)
Dari banyak aspek kehidupan, Qardhawi melihat bahwa banyak terjadi kesalah kaprahan di kalangan umat muslim dalam meletakan sekala prioritas dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana potret masyarakat kita saat ini, perkara yang berkaitan dengan seni hiburan, olahraga seperti gym untuk membentuk tubuh yang ideal dan perlombaan sepak bola lebih ramai dibicarakan dan dibahas oleh banyak orang ketimbang persoalan ilmu pengetahuan ilmiah dan pendidikan atau kesibukan memperdebatkan hal-hal yang bersifat khilafiyah dari pada yang pokok. Bukan berarti perkara yang telah disebutkan tadi tidak memiliki manfaat sama sekali jika dibicarakan, namun ada hal yang lebih penting yang perlu menjadi perhatian besar umat muslim saat ini. Pendidikan, kemiskinan, kelaparan, dan hal-hal lain yang harus segera deberantas.
Media sosial terbukti mendekatkan yang jauh. Ketidak terbatasan jarak dan waktu memudahkan kita untuk berinteraksi di dalamnya. Cara s...
SERING MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL? KETAHUILAH EFEK NEGATIFNYA
Media sosial terbukti mendekatkan yang jauh. Ketidak terbatasan jarak dan waktu memudahkan kita untuk berinteraksi di dalamnya. Cara seseorang berinteraksi dan bersosialisasi semakin variatif sehingga menuntut media sosial untuk terus memenuhi kebutuhanya.
Penggunaan media sosial yang berlebihan, lanjut research tersebut, memang menjadi faktor utama remaja terkena depresi.
Masih mengutip Parnell, penyakit mental yang sering diderita oleh mahasiswa ialah: depresi, kegelishan, dan stress. Sedangkan stress yang ditimbulkan oleh media sosial disebabkan oleh FOMO, Highlight reel, social currency, dan online harassment.








Follow Us
Were this world an endless plain, and by sailing eastward we could for ever reach new distances